Komputer Di Bidang Bisnis Dan Perbankan
Kamis, 21 Februari 2019
Semakin majunya teknologi di dunia transaksi perbankanpun mulai mengunakan teknologi berbasis komputer untuk mempermudah transaksi dengan nasabah. yang tadinya melayani nasabah dengan harus bertemu / nasabah tiba ke cabang2 bank yang disediakan oleh bank yang beliau gunakan untuk menabung/infertasi menjadi lebih gampang sebab bank mulai mengunakan teknoligi berbasis komputer dan kini sudah bisa mengakses lewat internet bahkan dengan mobile “HP” dengan SMS sudah banyak diterapkan bank.
Dalam dunia perbankan, perkembangan teknologi info menciptakan para perusahaan mengubah taktik bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam proses penemuan produk dan jasa menyerupai :
- Adanya transaksi berupa Transfer uang via mobile maupun via teller.
- Adanya ATM ( Auto Teller Machine ) pengambilan uang secara cash secara 24 jam.
- Penggunaan Database di bank – bank.
- Sinkronisasi data – data pada Kantor Cabang dengan Kantor Pusat Bank.
Dengan adanya jaringan computer relasi atau komunikasi kita dengan klien jadi lebih hemat, efisien dan cepat. Contohnya : email, teleconference.
Sedangkan di rumah sanggup berkomunikasi dengan pengguna lain untuk menjalin silaturahmi (chatting), dan sebagai hiburan sanggup dipakai untuk bermain game online, sharing file. Apabila kita mempunyai lebih dari satu komputer, kita bisa terhubung dengan internet melalui satu jaringan. Contohnya menyerupai di warnet atau rumah yang mempunyai banyak kamar dan terdapat setiap komputer di dalamnya.
Pada dunia perbankan, perkembangan teknologi info menciptakan para perusahaan mengubah taktik bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam proses penemuan produk dan jasa. Seperti halnya pelayanan electronic transaction (e-banking) melalui ATM, phone banking dan Internet Banking misalnya, merupakan bentuk-bentuk gres dari pelayanan bank yang mengubah pelayanan transaksi manual menjadi pelayanan transaksi yang menurut teknologi.
Kriteria pemilihan software computer perbankan yang baik sesuai dengan kebutuhan bank secara umum menurut pertimbangan-pertimbangan berikut:
1. Kemampuan dokumentasi atau Penyimpanan Data
Jenis dan penjabaran data bank yang relative banyak harus bisa ditampung oleh software yang akan digunakan, termasuk pertimbangan segi keamanan datanya. Jumlah nasabah serta frekuensi dan jumlah transaksi harian yang besar memerlukan memory computer yang besar, selain memerlukan kecepatan prosesor yang tinggi juga. Sebagai referensi BPR kurang efisien jikalau memakai mesin besar, contohnya AS/400 dalm operasionalnya sebab kapasitas dan cakupan geografis BPR biasanya relative kecil.
2. Keluwesan (Flexibility)
Operasional bank selalu berkembang dengan kebutuhan yang berubah-ubah dan mungkin bertambah di kemudian hari walaupun info dasarnya tetap sama. Kondisi ini harus bisa diantisipasi oleh perangkat lunak computer hingga batas-batas tertentu. Setiap bank mempunyai system dan mekanisme yang mungkin berbeda meskipun data atau info dasar yang diolahnya sama. Perangkat lunak computer yang fleksibel sanggup dipakai oleh dua bank yang kapasitasnya sama tetapi system dan prosedurnya berbeda.
3. Sistem Keamanan
Sebagai forum doktrin masyarakat (agent of trusth), bank memerlukan system keamanan yang handal untuk menjaga kerahasiaan data atau keuangan nasabah; serta mencegah penyalahgunaan data atau keuangan oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Software computer perbankan yang baik harus menyediakan kemudahan pengendalian dan pengamanan tersebut.
4. Kemudahan penggunaan (user friendly)
Pengertian gampang dioperasikan bukan berarti setiap pemakai (user) bisa mengakses ke software tersebut tetapi petugas yang memang mempunyai kewenangan gampang mengoperasikan proses yang menjadi tanggung jawabnya. Tahap input, proses, dan output yang dilakukan pada software tersebut tidak menjadi penghambat dalam kegiatan perbankan secara keseluruhan. System aplikasi computer yang baik bahkan sanggup mendeteksi kesalahan pengoperasian ialah dengan memperlihatkan error message dan memperlihatkan petunjuk pemecahan masalahnya.
5. Sistem Pelaporan (Reporting system)
Data atau info yang dibutuhkan harus bisa disajikan dalam bentuk yang terang dan gampang dimengerti. Bank memerlukan laporan-laporan yang lengkap dan terang tersebut terutama dalam proses investigasi (audit) atau penyajian laporan yang bisa dimengerti oleh pihak-pihak yang berkempentingan dengan cita-cita keuangan setiap bank menjadi lebih transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.
6. Aspek Pemeliharaan
Kinerja software perbankan diperlukan relative stabil selama bank beroperasi. Kondisi ini memerlukan aspek pemeliharaaan yang baik, dalam arti secara teknis tidak sulit dilakukan dan tidak membutuhkan biaya yang relative mahal. Pemeliharaan ini juga menyangkut pergantian atau perbaikan teknis peralatan dan modifikasi atau pengembangan software.
7. Source Code
Software perbankan biasanya merupakan acara paket yang sudah di-compile sehingga menjadi excecutable file. File acara tersebut relative tidak bisa dirubah atau dimodifikasi seandainya bank menginginkan perubahan atau kemudahan pelengkap dari software tersebut. Kondisi ini bisa diatasi jikalau pihak bank mempunyai dan memahami software tersevut dalam bentuk bahasa pemrograman aslinya atau source code.
8. Struktur info dan relasi antar sub sistem aplikasi bank
Hubungan antar sub sistem aplikasi pada operasional bank.
Konsep front office yang lebih mendekati sisi nasabah dan konsep back office yang lebih mendekati sisi bank sebagai forum keungan yang harus mencatat, mendokumentasikan, dan atau mempublikasikan info keuangan, mengakibatkan system aplikasi perbankan terdiri dari sub-sub system yang saling berkaitan sesuai dengan tahap-tahap pemrosesan dan jenis-jenis data keuangan.
Trend Produk Sistem Informasi Perbankan
Saat ini bank ritel di Indonesia mempunyai produk dan layanan:
- Tabungan
- Deposito
- Giro
- Kartu Debit
- Kartu Kredit
- Perdagangan Bank Notes, Valas, dsb (Trade Finance)
Trend Transaksi
Jenis transaski sudah bermacam-macam baik memakai Kartu Debit, Kartu Kredit yang memanfaatkan jaringan ATM atau Debit Access Transaction umumnya di Cashier yang berlokasi di gerai, outlet tempat-tempat perbelanjaan.
Sebagai citra BCA dengan 750 kantor online-nya, dilengkapi 2.100 ATM yang mempunyai fungsionalitas memadai, sanggup menghandle dengan baik 8,2 juta nasabahnya.
Dengan jumlah transaksi per hari 2,4 juta. Dari jumlah transksi tersebut rata-rata 821.000 transaski dilakukan melalui ATM, dengan kata lain tingkat pemakaian ATM-nya sebesar 3,9 kali. Sedangkan transaksi lainnya yang sudah lazim dilakukan meliputi:
- Mengecek saldo
- Fasilitas Pembayaran: Pemindahbukuan dan Penarikan Tunai
- Fasilitas untuk mendapatkan Pembayaran (speed collect)
- Pembukaan dan pengecekan L/C
Dalam bidang bisnis komputer berkhasiat untuk kegiatan transaksi baik rutin, periodik, maupun insidentil dan menyediakan info dengan cepat dan sempurna tanpa harus memakai perhitungan manual. Sistem Informasi Manajemen (SIM) / Management Information system (MIS), merupakan sistem info yang sudah banyak diterapkan pada perusahaan yang bergerak bidang perdagangan barang dan jasa baik pada perusahaan besar, menengah, bahkan perusahaan kecil. Di perusahaan dagang menyerupai department store, telah dipergunakan mesin cash register (mesin kasir) yang dilengkapi dengan kontrol komputer sehingga mesin tersebut sanggup dikontrol oleh pihak manajer hanya dari ruangan kerjanya secara cepat dan tepat, untuk scanning barcode arahan barang dagangan dan menghitung rugi labanya.
Kehadiran komputer di dalam dunia bisnis juga sangat membantu di dalam penyimpanan data. Tanpa komputer, akan sangat sulit sekali untuk mengusut banyaknya stok barang yang dimiliki perusahaan retail. Namun dengan adanya komputer dan aplikasinya, mengusut kondisi stok barang dan juga keuangan perusahaan akan sanggup gampang dan mudah untuk dilakukan. Dalam bidang perbankan fungsi komputer sangat sangat besar lengan berkuasa sekali dengan segala acara perbankan, baik simpan pinjam dan transaksi keuangan lainnya sanggup berjalan dengan lancar. Dengan adanya pemanfaatan komputer dan sistem sistem yang canggih di dalamnya sangat mempermudah jalannya suatu perbankan serta menjamin keamanan dan kerahasiaan dari setiap nasabah. Karena komputer juga berfungsi untuk menyimpan dan mengolah aneka macam data.
Aplikasi yang terpasang di dalam komputer juga sanggup menjadi salah satu sumber data analisa untuk mengambil keputusan di dalam bidang perbankan, contohnya dalam perbankan telah memperkenalkan solusi core banking, menyerupai Finacle, yang memperlihatkan solusi bagi bank yang ingin melaksanakan layanan finansial. Penghitungan keuangan, bunga, layanan keuangan menyerupai e-banking, e-cash, ATM, dan sebagainya merupakan referensi konkrit yang selama ini banyak dipakai di perbankan.
Ketersediaan Teknologi dan Dampaknya
Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika mengarah ke konvergensi dan dipicu oleh ketatnya kompetisi, melahirkan aneka macam penemuan dan lompatan teknologi Telematika
Paradigma diatas sangat menghipnotis pola dan taktik bisnis, tidak terkecuali industri perbankan. Tuntutan keragaman,kemudahan, kecepatan dan harga jasa yang sangat murah semakin cepat mengemuka.
Bagi sektor perbankan yang sangat mengutamakan unsur kepercayaan dan efisiensi serta layanan berkualitas, perlu menata ulang bisnisnya dengan mencermati ketersediaan penemuan teknologi serta dampaknya bagi kelangsungan dan pertumbuhan bisnisnya.
